Sahur.. Sahur..

Sahur.. Sahur..

Obrog-obrog adalah sebutan untuk sekumpulan kelompok yang bertugas membangunkan orang tidur untuk segera menyiapkan makanan Sahur. Sebutan ini lazim digunakan terutama bagi masyarakat di jalur pantura Jawa Barat seperti Cirebon, Indramayu dan daerah lainnya. Biasanya mereka menggunakan tetabuhan seperti bedug, kaleng bekas biskuit, tidak jarang juga menggunakan alat musik keliling lengkap. Di sebagian tempat disertai juga dengan pawai anak-anak kecil yang membawa obor sebagai tanda dari penyambutan bulan suci Ramadan.

Fenomena obrog ini sangat menarik untuk ditelisik, sebagai sebuah seni tradisi yang ada hanya pada bulan Ramadan. Juga pada perubahan media alat musik yang digunakan. Dulu, Obrog menggunakan alat-alat tradisional namun sekarang tidak jarang kita temui menggunkan alat musik modern, semisal gitar, bass dan peralatan pendukung lainnya.

Sebenarnya darimana istilah Obrog berasal? Nama obrog berasal dari bunyi alat musik yang sering dipakai, semacam kendang. Tidak diketahui dengan pasti kapan kesenian ini tercipta. Selama sebulan penuh, rombongan musik obrog berkeliling dari gang ke gang, bahkan dari desa ke desa guna membangunkan warga untuk segera begegas makan sahur. Mereka menyusuri desa-desa dengan memainkan alat-alat musik dan bernyanyi pagi-pagi buta. Biasanya beraksi mulai pukul 2 atau 3 dini hari.

20130710-015636.jpg

Share This

About the author