Kampiun, Bubua Sang Juara

Kampiun, Bubua Sang Juara

Bubur KampiunKetika saya berkunjung ke Painan, Pesisir Selatan untuk membuka acara KPDT Expo, saya menyempatkan diri untuk mencicipi Bubur Kampiun yang terkenal lezat.

Namanya sedikit aneh untuk ukuran sebuah makanan. Bubua Kampiun, begitu orang minang menyebutnya, padahal biasanya istilah Kampiun ini mirip dengan kata  champion yang berarti “juara”.

Benar saja, konon ceritanya bermula ketika seorang nenek mengikuti lomba membuat bubur dan menjadi pemenang, padahal hanya memasukkan bubur-bubur yang tidak habis dijualnya kedalam mangkok untuk dicicipi oleh para Dewan Juri.

Ketika sang juri mengumumkan bahwa “Sang Champion” Lomba Kreasi Membuat Bubur adalah nenek Amai Zona. Ketika ditanyakan pada si nenek apa nama buburnya tersebut, sang nenek dengan bangga dan spontan menyebutnya Bubua Kampiun (champion maksudnya), maka jadilah sampai sekarang bubur tersebut dinamai Bubur Kampiun, bubur sang juara.

Rasanya memang juara, paduan antara gurih dari santan kelapa dan legit dari gula merah dan pisang yang manis, menjadikan bubur kampiun memiliki aneka rasa, namun tak saling berlawanan malah berpadu apik.

Rasa manis menjadi tak terlalu kuat karena adanya santan yang gurih dan bubur putih yang terbuat dari tepung beras. Begitu pula sebaliknya, gurih santan mampu diimbangi gula merah.

Bagi Anda yang berkunjung ke Padang dan sekitarnya, rasanya tidak afdol kalau belum mencicipi Bubur Kampiun ini.

 

Share This

About the author